TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Rambut nyentrik Tania dan Bella seakan jadi pusat saat berkunjung ke Jambi. Walau mereka juga datang bersama duo Kopi Susu dan Zul Zivilia beserta kru, tapi ocehan dari Tania dan Bella cukup ramai.
Duo penyanyi pemilik rambut sambungan warna-warni ini memang memiliki kekhasan komentar ceplas-ceplosnya. Namun saat ditanya Tribun mengenai peraturan Pemerintah (PP) No 61/2014 atau sering disebut PP Legalisasi Aborsi ini sontak membuat Bella bergidik. Dara kelahiran Klaten ini tampak ngeri membayangkan pekerjaan mengerikan tersebut.
Aborsi dalam peraturan pemerintah tersebut memang diperuntukkan menghormati hak asasi korban kejahatan seksual, namun Tania masih tampak belum bisa terima bila ada yang menyalahgunakannya.
"Iya kalau yang aborsi itu korban perkosaan, gimana kalau yang suka sama suka," geramnya sembari sesekali membayangkan tindakan memaksa janin keluar sebelum waktunya itu. "Bikinnya aja mau, masa masa ngerawatnya aja gak mau," imbuh dara kelahiran Palembang, 9 Juni 1995 itu.
Menurut Tania hal tersebut memang sulit dapat ia terima. Terlebih janin tersebut juga memiliki hak untuk hidup. Tania memang terbilang polos apalagi Ia terbilang paling muda diantara rombongan tersebut.
Bella pun mengutarakan maksudnya untuk tak menyetujui tindakan itu. Menurutnya bagaimanapun tindakan memaksa janin keluar merupakan tindakan yang kejam terlepas dari niatan agar anak tak disia-siakan nantinya. "Kalau masih bisa dirawat sih kenapa tidak, gak perlu digugurkan," jelas perempuan kelahiran Klaten, 8 April 1994 ini.
Source : http://www.tribunnews.com/seleb/2014/08/31/tania-dan-bella-begidik-bahas-pp-legalisasi-aborsi